FAVOR AGENTS : An introduction
Terra Grandia, 2125.
Pada awal
millenium ketiga, jika kau mengatakan kepada orang-orang bahwa akan ada tiranis
baru yang menguasai negara dan membuatnya menjadi busuk di dalam birokrasinya,
kau akan diejek terlalu banyak membaca komik dan novel picisan. Tetapi jika kau
mengatakannya kepada orang-orang pada jaman ini, berita itu dianggap sudah
basi. Rekaman lama.
Semuanya persis seperti di dalam novel-novel dan
komik-komik itu. Di saat
negara sedang dalam masa kritis, muncul seorang politikus baru yang dalam
kampanyenya berjanji untuk membuat hidup lebih baik, pendidikan gratis, layanan
kesehatan gratis, and all that f*ckin’ nonsense...
Politikus budiman tersebut lalu terpilih menjadi Yang
Nomor Satu, ia duduk di singgasana kepemerintahannya dan dalam waktu singkat ia
dan kroco-kroconya berhasil untuk mengratiskan pendidikan dan biaya klinik,
berhasil menumbuhkan sektor ekonomi dan teknologi dengan pesat, dan menjadikan
seluruh masyarakatnya sejahtera dan damai, gemah ripah loh jinawi. Dunia
tercengang dan bertanya-tanya, “Bagaimana ia melakukannya?”
Tetapi semua yang enak-enak itu punya harga, dan sang
Pemimpin memastikan bahwa rakyatnya membayar. Anak-anak muda yang ‘aktif’
tiba-tiba menghilang, media yang terlalu banyak cing-cong dibungkam, berita
isinya mulai berubah dari informasi menuju propaganda, seniman dikekang,
peraturan dirombak, dan akhirnya apa yang dulu adalah demokrasi berubah menjadi
bukan demokrasi.
Kebanyakan rakyat yang mulai sadar tidak bisa melakukan
apa-apa. Mereka pikir, selama mereka punya atap di atas kepala mereka, makanan
di perut mereka, kebutuhan yang terpenuhi, itu sudah cukup.
Tetapi, ada beberapa golongan yang sudah kepalang depresi
dengan orang tercinta yang hilang, barang-barang yang hilang dan ekspresi diri
yang terbatas. Mereka butuh pahlawan.
Pahlawan-pahlawan ini adalah sekelompok orang yang bosan
menaati peraturan, dan jengah dengan semua alasan munafik dari
birokrasi(katanya). Mereka seperti Robin Hood masa sekarang, hanya saja selain
memberi bantuan, mereka juga minta dibayar. Motto mereka adalah ‘you ask me a
favor, we give you a favor, as long as you also give us a favor’.
Mereka menyebut diri mereka dengan sebutan yang norak dan
tidak kreatif, The Favor Agents.
Ini cerita mereka.
Bersambung......